CALL/ SMS / WHATS APP : 0812-2955-547 / 0856 - 4700 - 0072   |   arofa65@gmail.com / arofaarsitektur@gmail.com

Cita Rasa Tegel Klasik Ubin Keraton

Posted : 17-10-17

Tren bangunan dan rumah dengan dengan nuansa retro memang sedang diminati masyarakat saat ini

karena selain mempercantik tampilan rumah juga memberikan unik. Tren yang kembali pada era klasik juga terjadi dalam hal pemasangan lantai. Beberapa orang yang ingin menghadirkan nuansa vintage di ruangan rumahnya memilih untuk mengaplikasikan tegel klasik pada sisi lantainya. Tegel biasanya banyak digunakan untuk berbagai macam lantai bangunan seperti, keraton, rumah adat, padepokan, pendopo, rumah bali, dan rumah mewah. Banyak orang yang ingin menggunakannya karena tegel tidak akan membuat lantai licin, namun tetap mengkilap, kuat, kokoh, dan indah. Karena keunikan dan motifnya yang yang dimiliki sangat khas, sehingga membuat tegel banyak diminati.

Teknik pembuatan tegel di Jogjakarta diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada awal abad ke 20. Hingga saat ini teknik pembuatan tegel juga tidak banyak mengalami perubahan, karena pembuatan tegel hanya menggunakan mesin sederhana dan yang pasti selalu mengandalkan keahlian pembuatnya. Tegel memiliki banyak sekali motif seperti, batik, bunga, bentuk geometris, bunga, kincir angin, buah-buahan, dedaunan, dan lain-lain. Namun tegel juga ada yang dijual polos atau tanpa motifnya. Tegel sudah banyak dijual dibeberapa daerah, dan Jogja mempunyai beberapa produsen yang mempunyai pabrik khusus pembuatan tegel. Salah satu pabrik tegel yang sangat terkenal di Jogjakarta adalah Ubin Keraton yang mempunyai showroom di Jalan Cabe No. 30, Karang Ploso, Maguwoharjo, Depok, Sleman dan mempunyai pabrik di Berbah Kalitirto Sleman Jogjakarta.

Memasuki area pabrik kita dapat melihat produksi tegel yang dikerjakan dengan mesin sederhana yang diterapkan hanya untuk proses press, jadi untuk proses pembuatannya benar-benar mengandalkan keahlian pembuatnya. Secara umum tahapan yang dilakukan dalam pembuatan tegel adalah proses pengoplosan warna sesuai pesanan dari pelanggan. Proses ini dikerjakan pada ruangan terpisah dan dilakukan oleh beberapa tenaga ahli di bidang perwarnaan. “Untuk material pewarna tegelnya kami import bahan langsung dari Jerman dan Belanda sehingga untuk kualitasnya terjamin. Di Indonesia sendiri memang masih sulit untuk memperoleh material untuk pewarnaannya, jadi mau tidak mau kami harus import”, ungkap Gilang Putri Puspitasari selaku owner dari Ubin Keraton.

Kemudian proses dilanjutkan dengan pengayakan bahan yang bertujuan untuk memisahkan kotoran-kotoran dan material yang berukuran besar sehingga permukaan tegel yang dihasilkan setelah proses press semakin halus dan maksimal. Masuk pada proses selanjutnya yaitu proses pencetakan dan penyablonan. Dalam pembuatan tegel dibuat dalam 4 lapisan yakni matras, kalungan, kancingan dan stempel. Setiap lapisan harus menggunakan formula yang berbeda-beda, bahkan untuk yang bermotif harus membuat pola dari lempengan besi terlebih dahulu. Kemudian ke bagian selanjutnya yakni pengeringan awal setelah proses pencetakan dan pewarnaan. Tegel yang telah dicetak kemudian ditata pada rak pengeringan untuk dikeringkan dengan diangin-anginkan. Di salah satu sisi terdapat sebuah bak perendaman untuk proses selanjutnya yang berfungsi untuk merapatkan pori pori dan memperkuat struktur agar tegel tidak mudah pecah. Pada proses ini memerlukan waktu kurang lebih 24 jam perendaman. Setelah itu tegel dilakukan pengeringan akhir yang berada di sebelah bak perendaman, pada proses pengeringan akhir ini membutuhkan waktu sekitar 4 - 5 hari. Untuk lama pembuatan tegel dari awal hingga siap dikirim paling cepat yaitu 8 hari.

Untuk harga tegel yang ditawarkan Ubin Keraton cukup bersaing, yaitu mulai dari harga 4500 rupiah/pcs untuk tipe tegel polos tanpa motif dengan material pewarna dari Belanda, dan harga mulai 7000 rupiah/pcs untuk tipe tegel polos tanpa motif dengan material pewarna dari Jerman. Sedangkan untuk tipe tegel bermotif ditawarkan mulai dari harga 10.000 rupiah/pcs untuk yang menggunakan material pewarna dari Belanda, dan harga 11.800 rupiah/pcs untuk yang menggunakan material pewarna dari Jerman. Perbedaan kedua macam pewarna tersebut terletak pada ketahanannya. “Kalau yang menggunakan material pewarna tegel dari Jerman ini bisa awet dan warnanya tidak cepat pudah hingga 50 tahun, namun jika menggunakan bahan dari Belanda hanya dapat bertahan hingga 20 tahun. Biasanya konsumen restoran dan hotel yang memilih menggunakan bahan dari Belanda karena biasanya mereka sering bongkar pasang interior mereka, untuk konsumen yang mengaplikasikan tegel pada rumah mereka lebih banyak memilih bahan dari Jerman karena lebih awet”, imbuh Sari, panggilan akrab owner Ubin Keraton tersebut.

Saat ini pabrik yang memiliki total karyawan sebanyak 40 orang tersebut mampu memproduksi hingga ±8000 buah tegel setiap harinya. Selain konsumennya yang banyak berasal dari luar Jawa, Ubin Keraton juga mempunyai retailer dan beberapa pihak yang melakukan rebranding produk mereka untuk dijual kembali. “Kami mempunyai ratusan motif yang dapat konsumen pilih untuk di jadikan referensi pilihan penutup lantai interior rumah. Banyaknya tipe motif dapat disesuaikan dengan gaya arsitektur rumah dan bangunan yang konsumen inginkan. Minimalis ataupun Klasik, ubin semen ini saat ini menjadi salah satu tren dalam ranah desain, motif yang yang unik dan tiada duanya menjadi ciri khas untuk setiap interior rumah,” terang Sari menutup pembicaraan. 

 

Proses pewarnaan Ubin Keraton
Proses pencetakan ubin dan Gilang Putri
Proses finishing dan hasil jadi ubin keraton
Proses pematangan ubin dengan cara direndam
Contoh Ragam Ubin Keraton
 
Dikutip dari : http://www.rumahjogjaindonesia.com/isi-majalah/cita-rasa-tegel-klasik-ubin-keraton.html
 

Bagikan :

*Nama :
*Email :
*Komentar :
*Captcha :
* Kode :

Komentar: